by

Pasca Diberitakan Pugli Tarif Kebersihan Pakai Dua Karcis Kabid DLHD Tubaba Terkesan Ketar-ketir

-KABAR AKTUAL-141 views

ForRakyat.co,Tubaba–Pelemik dugaan pungutan liar (Pungli) ristribusi Kebersihan sampah yang dikeluhkan sejumlah pedagang pasar kelurahan mulya asri membuat Hartawan kepala Bidang (Kabid) Dinas lingkungan Hidup (DLHD) kabupaten Tulang bawang Barat provinsi lampung terkesan ketar-ketir

Betapa tidak pasca diberitakan awak media Hartawan kepala Bidang (kabid) pengelolaan sampah dan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) DLHD Tubaba terlihat Gerogi saat di komfirmasi wartawan dirung kerjanya, dirinya beralasan tarif retribusi pelayanan kebersihan sampah berdasarkan aturan yang berlaku. Ujarnya pada selasa (2/5/2023)

Sementara saat di singgung berapa jumlah tonase sampah yang di keluarkan dari pasar kelurahan Mulya Asri.

Dia mengatakan, sampah tersebut sebanyak satu atau dua mobil damtruk sembari menunjukan Handphone nya memperlihatkan foto-foto saat pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Ini dek.. Sampah itu enggak tentu kadang satu mobil kadang dua mobil yang di angkut dari sana, ini foto-fotonya, kenaikan tarif itu berdasarkan peraturan Bupati Nomor 30 tahun 2022 tentang peninjauan tarif retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan,” kata dia

Kembali di singgung, Dasar kebijakan kenaikan tarif ristibusi Dua karcis nilainya mencapai Rp,4000 Dari DLHD dan tidak adanya surat edaran ataupun sosialisasi yang dikeluhkan pedagang disejumlah pasar di kabupaten Tulang bawang barat (Tubaba) dirinya berkilah kebijakan tersebut agar Pendapat Asli Daerah (PAD) dapat semakin naik.

” Kalau mau naikin PAD hanya ada dua opsi, kalau enggak nambah sasaran pelayanan, ya naik harga, Soal dua karcis itu memang dari DLHD dan petugasnya itu Muki sama Santoso yang kita tugaskan, nanti kita cek karena dulu kita juga pernah mecat pegawai kita.” Elaknya

Diberitakan sebelumnya : DLHD Tubaba Diduga Pungli Retribusi kebersihan sampah pedagang Harapkan APH bertindak.

Oknum Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) kabupaten Tulang Bawang Barat provisi Lampung diduga melakukan pungutan liar (pungli) Ristribusi kebersihan sampah dipasar kelurahan mulya Asri Tuai polemik pedagang harapkan APH bertindak

Pasalnya retribusi pelayanan kebersihan sampah merupakan kegiatan pengumpulan sampah dari sumbernya untuk di bawa ke Tempat Penampungan Sementara(TPS) sehingga menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat dan para perdagang pasar.

Namun sejumlah Pedagang pasar Mulya Asri kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten setempat, Moh salah satu pedagang makanan sangat menyayangkan kebijakan sepihak atas kenaikan tarif restribusi kebersihan sampah tanpa adanya sosialisasi ataupun surat edaran ke pedagag pasar

“sebelumnya kami cuma dikenakan tarif seribu (1000) rupiah dari bulan April 2022 tiba-tiba bayar karcis mengalami kenaikan menjadi (100) persen % tanggal 19 April 2022
saya udah bayar 4000 2000 Salar pelayanan sampah kemudian 2000 untuk kebersihan sampah ini yang dinamakan pungli kami berharap dapat menjadi perhatian APH ,” keluhnya saat di konfirmasi awak media (30/04/2023)

Hal senada juga dikatakan ,Deta pedagang farfum menyampaikan kenaikan Retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan pasar merupakan jasa yang wajib mereka bayar atas dasar pelayanan yang mereka terima,namun kenaikan tarif tersebut tidak memberikan perubahan secara signifikan terhadap pelayanan yang di berikan oleh petugas kebersihan DLHD Tubaba

“tarif ristibusi kebersihan naik
tidak ada surat edaran ataupun sosialisasi dulu lah jangan se-enaknya naikin ristribusi kebersihan tapi pelayanan ya gitu -gitu aja sampah kadang masih di wadahnya bisa 2 hari baru di angkut,keliling pasar banyak rumput 1 bulan belum tentu sekali di bersihkan”.Tandasnya.

Ibu Diah pedagang ayam potong dalam pasar tersebut juga berharap agar mereka mendapatkan informasi secara utuh atas kewajiban yang harus mereka penuhi,sehingga mereka dapat mengetahui apa saja yang menjadi hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan.

“Kita sadar mas kalau itu merupakan kewajiban kita pedagang tapi kami juga di kasih tahu lah apa saja yang menjadi hak kami yang harus mereka penuhi dengan adanya beberapa soal di pasar ini kiranya dapat menjadi perhatian serius PJ bupati Tubaba Ibuk zaidirina heri wardoyo”. Harapnya.

Sementara salah satu pedagang pasar setempat yang enggan disebutkan namanya menyatakan jumlah pedagang pasar tetap pasar Mulya Asri berjumlah kurang lebih 400 pedagang

“Kami sebagai pedagang setiap hari wajib membayar dua ribu rupiah setiap harinya.sehingga setiap harinya terkumpulkan uang 800 ribu rupiah dalam satu bulan retribusi pelayanan persampahan dapat mengumpulkan 24 juta rupiah di setiap bulannya.

“Pasar Mulya asri punya 400 pedagang bila setiap hari bayar 2000 maka 800 ribu setiap hari,bila kita kalikan 30 hari saja dalam satu bulan maka dana yang menjadi retribusi daerah dari pelayanan kebersihan persampahan pasar Mulya asri”.tutupnya

Hingga berita ini diterbitkan
pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten tubaba belum berhasil dimintai keterangannya terkait persoalan tersebut

” Saat awak media berupaya menghubungi Hartawan kepala bidang (kabid) DLHD kabupaten Tubaba terkesan bungkam,” dek baiknya kita ngobrol aja di kantor singkatnya. (Tim)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.