FORRAKYAT.CO.ID– Addunya darul imtihan” (الدنيا دار الامتحان) artinya dunia adalah tempat ujian. Demikian disampaikan dalam bayan subuh, hari ini Kamis (25/12/2025).
Bayan subuh atau pengajian subuh disampaikan Da’i Jamaah Tabligh, Nur Hidayah dihadapan jamaah pelajar SMA, bertempat di Musholla Muhammad Ali Lingkungan Gunung Sakti Komplek Perkantoran Pemda Menggala Tulangbawang.
Mafhum dari hadits Rasulullah SAW itu, disampaikan Nur Hidayah, maka manusia di dunia yang sementara ini, akan di uji oleh Allah SWT, yang kemudian diseleksi amal perbuatannya pada tahapan alam manusia di hidupkan berikutnya.
“Jadi bersyukurlah adik -adik telah terpilih oleh Allah SWT, mengikuti itikaf tiga hari di masjid sekaligus pesantren kilat. Daripada adik-adik terjerumus dalam perbuatan atau permainan yang di era sekarang ini banyak menjurus kepada kemaksiatan,” jelas Ustad– usaha ta’ad lazimnya di tablig—dalam rangka upaya memanfaatkan masa libur siswa sekolah tersebut.
Diuraikan lebih lanjut, di dunia tempat meninggal. Namun tempat tinggal yang selamanya adalah alam akhirat, yang apabila amal perbuatan serta amal ibadahnya dalam mengamalkan agama waktu di dunia diterima Allah SWT, maka alam akhirat yang terakhir kali adalah di surganya Allah SWT.
Sebelum manusia hidup kekal (selama-lamanya) di surganya Allah SWT, akan mengalami 4 sampai 5 tahap penyeleksian, sebagai bentuk pertanggungjawaban waktu menjalani alam ujian (di dunia).
Penyeleksian pertama adalah alam kubur, siksaan awal dengan palu godam yang sekali pukul tubuh yang disiksa melesat masuk kedalam tanah, ini karena tak bisa menjawab pertanyaan malaikat, berbagai siksaan lain akibat meninggalkan sholat dan mati tidak membawa amal perbutan baik yang dikehendaki Allah SWT.
Berikutnya, siksaan di Alam Mahsyar sangat berat, meliputi panas matahari yang sangat dekat (sejengkal dari kepala), manusia dikumpulkan tanpa busana serta tenggelam dalam keringat sesuai dosa.
Penyeleksian ketiga, pertimbangan amal perbuatan manusia (Mizan), sebagai tempat siksaan pada hari kiamat. Terakhir Alam sirot (Shiratal Mustaqim). Diriwayatkan jembatan sirot terbentang di atas neraka Jahannam dan menjadi satu-satunya jalan penentuan menuju surga.
Mafhum dari berbagai hadits yang menerangkan alam sirot, apabila manusia mati tidak membawa amal perbutan yang dikehendaki Allah SWT, maka akan terjatuh atau mampir dahulu ke neraka.(*)







Comment