by

Paisol, S H. Ketua Komisi lll (DPRD) Tubaba Agendakan Hearing Terkait CSR Perusahaan PT BTI

-POLITIK-348 views

TUBABA,FORRAKYAT.CO.ID-CSR perusahaan pabrik singkong PT BTI di pertanyakan warga Paisol.SH ketua Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung geram akan agendakan Hearing.

Paisol.SH, ketua komisi lll DPRD Tubaba,menegaskan Menyikapi informasi dari pemberitaan media sosial terkait tidak adanya CSR terhadap masyarakat tiyuh gunung katun malay pihaknya akan berkoordinasi dengan lintas komisi satu untuk membahas masalah tersebut,” ujarnya melalui sambungan telpon selulernya pada selasa (27/9/2022) sekira pukul 13.47.WIB.

” Dalam minggu ini kita akan menyurati semua pihak diantara
nya pimpinan perusahaan pabrik singkong PT BTI yang berada di tiyuh karta, serta kepalo tiyuh ,tokoh masyarakat dan Dinas penanaman modal pelayanan

prizinan Terpadu satu pintu (DPM dan PPTSP) tubaba ,Dinas lingkungan hidup Daerah (DLHD) untuk duduk bersama degar pendapat Hearing,” biar masalah tersebut tidak bisa saling lempar lagi,terangnya.

Menurut Paisol, SH, jikakalau memang benar adanya seperti itu tidak ada CSR terhadap masyarakat tiyuh gunung katun malay yang jarak radiusnya berdekatan dengan perusahaan tersebut maka masalah tersebut merupakan sebuah pelanggaran berat tidak bisa dibiarkan.

” Ini sudah keterlaluan jangan hanya mengambil hasil kekayaan bumi dari tubaba ini saja perusahaan itu karena sudah tidak sesuai dengan UU karena PT BTI itupun sudah diamanatkan oleh Aturan bahwa perusahaan yang

berdiri di perkampungan masyarakat wajib mengeluarkan CSR setiap tahunnya artinya mereka memberikan kepeduliannya 3 – 5% kepada masyarakat di sekelilingnya itu harus ada karena ada dampaknya dari berdirinya perusahaan tersebut,”tutur paisol.

Ketua komisi lll DPRD Tubaba
itu juga menyatakan pihaknya mencurigai adanya ketidak beresan terkait per’izinan pengoperasian perusahaan tersebut selama ini diragukannya.

” Kami jadi curiga apa jangan-jangan perusahaan itu perizinannya kurang maksimal , nanti kita lihat dulu perizinannya atas nama perusahaan apa ,HGO nya masih hidup atau tidak lagi, Amdalnya masih berlaku atau tidak kita cek semua nanti saat Hearing,” pungkasnya (jau)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.