by

Aksi Massa di Lampung Ultimatum Akan Kembali Turun ke Jalan Apabila Tuntutan Mereka Tidak Mendapat Respons Dari Pemerintah

-KABAR AKTUAL-26 views

Bandarlampung,ForRakyat.co – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Lampung Tarik Mandat membubarkan diri usai menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (15/6).

Meski aksi berakhir, massa memberikan ultimatum akan kembali turun ke jalan dengan jumlah peserta yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pemerintah.

Berdasarkan pantauan Lampung Geh, ratusan massa mulai membubarkan diri secara bertahap sekitar pukul 16.00 WIB setelah menggelar aksi sejak siang hari.

Sebelum meninggalkan lokasi, peserta aksi sempat menyampaikan pernyataan sikap terkait jalannya demonstrasi yang diwarnai ketegangan dengan aparat keamanan.

Massa menilai terdapat tindakan represif yang memicu kericuhan selama aksi berlangsung. Meski demikian, mereka memastikan tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi tersebut akan terus diperjuangkan melalui gerakan lanjutan.

Jenderal Lapangan Aliansi Lampung Tarik Mandat, M. Tarehsyah mengatakan, pihaknya akan kembali mengonsolidasikan massa apabila pemerintah tidak memberikan respons terhadap tuntutan yang telah disampaikan.

“Kami akan kembali dengan gelombang massa yang lebih besar apabila tuntutan yang kami sampaikan tidak didengar dan ditindaklanjuti,” ujar dia.

Aksi Lampung Tarik Mandat diikuti gabungan mahasiswa dari sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Provinsi Lampung.

Dalam aksi tersebut, Gerakan Aksi Lampung
Tarik Mandat membawa enam tuntutan kepada pemerintah, yakni:

1. Menjadikan pendidikan sebagai program prioritas serta mewujudkan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis.
2. Menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes).
4. Merevisi Undang-Undang Polri serta menghentikan militerisme di ranah sipil.
5. Mendorong penerapan regulasi pajak kekayaan.
6. Mewujudkan penegakan hak asasi manusia (HAM) yang sejati. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.