by

Perkuat Kemandirian Fiskal, Pemkab Tubaba Akselerasi Tata Kelola APBD Sehat dan Akuntabel

-OTONOMI-21 views

Tubaba,ForRakyat.co–Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang sehat, efisien, dan mandiri. Hal ini ditegaskan dalam rapat Asistensi Daerah terkait Proyeksi Kemampuan Keuangan Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang berlangsung secara virtual di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (18/6/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., MM., MT., didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Inspektur Kabupaten, Kepala Bapperida, Kepala BPKAD, Kepala Bapenda, serta Kabag Organisasi.

Dalam pemaparannya, Ketua Tim II dari Inspektorat Khusus Kemendagri, Wiratmoko, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja pembangunan makro di Kabupaten Tubaba. Berdasarkan data nasional, performa akuntabilitas dan indikator kesejahteraan masyarakat Tubaba berada di zona yang sangat aman dan membanggakan.

“Indikator makro ekonomi Tubaba tercatat sangat bagus. Angka kemiskinan, pengangguran, hingga penanganan stunting berhasil ditekan hingga berada di bawah rata-rata nasional. Ini adalah modal luar biasa dan bentuk akuntabilitas kinerja pemerintah daerah yang sangat memadai,” ujar Wiratmoko.

Selain itu, tim asistensi juga memuji kepatuhan Pemkab Tubaba yang telah berhasil mengalokasikan anggaran pendidikan di angka 30,6% (di atas ambang batas minimal) serta pemenuhan 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sektor kesehatan sebesar 11,4%.

Sebagai langkah strategis ke depan, sinergi antara Pemkab Tubaba dan Kemendagri ini difokuskan pada penguatan struktur APBD melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mengingat potensi ekonomi Tubaba yang terus tumbuh positif, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan, Kemendagri melihat ruang yang sangat luas bagi Tubaba untuk meningkatkan kemandirian fiskalnya.

Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri, Rikie, menjelaskan bahwa program asistensi ini merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan agar postur APBD Tubaba semakin tangguh. Melalui pembacaan nota diagnostik yang cermat, pemerintah pusat dan daerah bersama-sama merumuskan langkah konkret yang konstruktif.

Beberapa langkah strategis penyehatan anggaran yang siap diakselerasi oleh Pemkab Tubaba meliputi:

1. Digitalisasi dan Pemutakhiran Data Pajak: Optimalisasi Satgas PAD untuk mengintensifkan penerimaan sektor pajak dan memitigasi kebocoran secara real-time.

2. Revaluasi Sektor Potensial: Memutakhirkan data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor perkebunan sawit dan pertanian komersial guna menyelaraskan kenaikan nilai lahan dengan kontribusi PAD.

3. Pemberdayaan Aset dan BUMD: Mengoptimalkan aset-aset daerah yang produktif serta mendorong skema creative financing (pembiayaan kreatif).

4. Penyusunan Roadmap Belanja Pegawai: Melakukan penataan proporsi belanja pegawai secara bertahap demi memperluas ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur pelayanan publik.

Menutup rangkaian asistensi, Tim Asistensi Kemendagri yang dipimpin oleh Karolina Sianipar menyampaikan bahwa output dari kegiatan ini adalah penyusunan Rencana Aksi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah.

Sikap proaktif Sekda Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, beserta seluruh jajaran TPAD dalam menyambut asistensi ini menjadi sinyal positif bahwa Kabupaten Tubaba siap bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya unggul dalam pelayanan publik dan indikator sosial, tetapi juga mandiri dan prudent (hati-hati) secara finansial demi kesejahteraan masyarakat Ragem Sai Mangi Wawai. (Kmf/jau)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.