Last updated on Agustus 6th, 2026 at 08:34 pm
Tubaba, ForRakyat.co.id — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengakselerasi perekonomian masyarakat berbasis kerakyatan. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui gelaran Pelayanan Peternakan Terpadu yang dipadukan dengan penyerahan simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro, penyaluran bantuan Baznas, serta Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan di Balai Tiyuh Mercu Buana, Kecamatan Way Kenanga. Kamis (06/08/2026.
Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, menegaskan bahwa sektor peternakan dan pertanian merupakan pilar utama penopang roda perekonomian daerah. Mengingat sekitar 70 persen warga Tubaba menggantungkan hidup pada sektor tersebut, pemerintah daerah bergerak aktif memberikan dorongan permodalan sekaligus bimbingan teknis agar produktivitas peternak meningkat secara signifikan.
“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dan bimbingan yang tepat. Keberhasilan peternakan sangat ditentukan oleh kesehatan ternak dan kesiapan modal. Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi warga Tubaba terus bergerak naik,” ujar Nadirsyah penuh optimisme.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Lampung Panaragan Jaya, Robizal, melaporkan penyaluran KUR Super Mikro untuk tiga kecamatan yakni : Way Kenanga, Gunung Agung, dan Lambu Kibang telah mencapai total Rp520 juta yang diperuntukkan bagi 21 debitur. Program KUR subsidi pemerintah ini menawarkan kemudahan luar biasa, seperti suku bunga rendah (3% hingga 6%) serta fasilitas tanpa agunan tambahan untuk pinjaman hingga Rp100 juta.
Untuk mempercepat jangkauan bantuan modal ini, Pemkab Tubaba dan Bank Lampung berkolaborasi memangkas birokrasi. Proses verifikasi awal kini melibatkan Kepala Tiyuh dan pelayanan survei dilakukan langsung secara terpusat di Balai Tiyuh setempat, sehingga masyarakat dapat mengakses permodalan usaha dengan lebih cepat dan transparan.
Tak hanya memperkuat modal dan keahlian, perlindungan kesejahteraan para pekerja rentan dan informal (petani, peternak, pedagang) juga menjadi fokus utama. Perwakilan Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lampung Tengah, M. Hibatur Rahman, memaparkan kemudahan perlindungan jaminan sosial dengan iuran terjangkau sebesar Rp16.800 per bulan. Program ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) hingga sembuh total, pengganti upah selama perawatan, Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta, hingga beasiswa pendidikan anak mencapai Rp174 juta.
Melalui sinergi erat antara pemerintah daerah, perbankan, lembaga sosial, dan masyarakat, Pemkab Tubaba optimistis kemandirian ekonomi tiyuh akan semakin kokoh dan daya saing peternak lokal dapat terus berkembang pesat. (jau)







Komentar