oleh

Pemkab Tubaba dan BSI Salurkan Tahap Pertama Program TubabaQ Berdaya, Perkuat Ekonomi Masyarakat

-EKONOMI-12 views

Last updated on Agustus 14th, 2026 at 05:48 am

Tubaba, ForRakyat.co.id — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung. bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Tubaba telah melaksanakan penyaluran tahap pertama Program TubabaQ Berdaya, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Tubaba dan BSI sebagai bentuk penguatan sinergi dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program TubabaQ Berdaya merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sektor kerakyatan, perluasan akses pembiayaan syariah, serta dukungan terhadap berbagai sektor produktif yang memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada tahap pertama, program tersebut menyalurkan pembiayaan melalui skema KUR Supermikro dan KUR Mikro kepada masyarakat penerima manfaat. Berdasarkan penyaluran tahap awal, total plafon pembiayaan mencapai Rp870 juta, yang dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, antara lain sektor sembako, perkebunan, perikanan, peternakan, dan berbagai usaha produktif lainnya.

Penyaluran pembiayaan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Program ini sekaligus menjadi upaya untuk mendorong agar akses pembiayaan benar-benar memberikan dampak produktif bagi masyarakat.

Selain pembiayaan bagi pelaku usaha, rangkaian Program TubabaQ Berdaya juga mencakup pembiayaan Tunjangan Hari Tua (THT) melalui skema pembiayaan syariah. Pada tahap ini, pembiayaan THT yang disalurkan mencapai Rp59,4 juta kepada penerima manfaat.

Dalam arahannya, Bupati Novriwan Jaya menegaskan bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan tidak dapat dicapai semata-mata melalui pembagian bantuan secara langsung, melainkan dengan memperbesar stimulus modal usaha yang beredar di tengah masyarakat.

“Satu-satunya cara membangun sektor perekonomian masyarakat adalah dengan menambah uang yang beredar. Melalui fasilitasi KUR Super Mikro dan KUR Mikro ini, kita ingin melahirkan pengusaha dan wirausahawan baru di Tubaba,” ujar Bupati Novriwan.

Pemkab Tubaba menargetkan penyaluran permodalan hingga Rp500 juta per desa. Dengan total 103 desa, potensi perputaran uang baru diperkirakan mencapai lebih dari Rp50 miliar, yang nantinya ditargetkan meningkat hingga Rp1 miliar per desa untuk mengakselerasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

Area Manager BSI Bandar Lampung, Lutvy Indaka, menyampaikan apresiasi atas visi pembangunan Tubaba. BSI berkomitmen mengawal program KUR dan target literasi keuangan syariah di kawasan pasar serta masyarakat sekitar dalam kurun waktu dua bulan.

Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor ekonomi kerakyatan, termasuk pertanian dan peternakan, sehingga masyarakat memiliki dukungan pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah usaha.

Penandatanganan MoU antara Pemkab Tubaba dan BSI menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi tersebut. Sinergi diharapkan tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan, tetapi terus berkembang melalui pendampingan dan penguatan ekosistem ekonomi masyarakat.

Melalui Program TubabaQ Berdaya, Pemerintah Kabupaten Tubaba berkomitmen mendorong hadirnya pembiayaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi kerakyatan sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tubaba.

Kolaborasi Pemkab Tubaba dan BSI tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi, memperkuat usaha produktif, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin inklusif. (jau)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.