Last updated on Oktober 16th, 2026 at 05:03 pm
Lampura,ForRakyat.co.id– Keluarga delapan tersangka kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Desa Sukamaju – Simpang Tatakarya dan Jalan Desa Isorejo – Bandar Agung, Kabupaten Lampung Utara, meminta keadilan dan kepastian hukum.
Permintaan itu disampaikan perwakilan keluarga para tersangka, Mukaddam, usai menghadiri sidang lanjutan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi dengan agenda mendengarkan kesimpulan, Jumat 16 Oktober 2026.
Mukaddam berharap hakim mengabulkan seluruh permohonan praperadilan yang diajukan oleh delapan pemohon, yang menurut pihak keluarga hingga kini masih ditahan di Mapolda Lampung.
Menurutnya, proses penyidikan perkara tersebut terkesan dipaksakan untuk terus berlanjut, meskipun Polda Lampung disebut telah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).
Dalam persidangan, kata Mukaddam, ahli hukum pidana dari Universitas Lampung turut memberikan pandangan hukum terkait perkara tersebut. Pihak keluarga menilai keterangan ahli itu menjadi salah satu pertimbangan agar perkara ditinjau kembali.
“Sebagai keluarga pemohon praperadilan, saya berharap hakim dapat mempertimbangkan dan memutus perkara ini dengan melihat fakta-fakta yang terungkap di persidangan, serta mempertimbangkannya secara bijaksana,” ujar Mukaddam.
Ia mengatakan, penahanan delapan orang tersebut tidak hanya berdampak kepada para pemohon, tetapi juga dirasakan oleh keluarga mereka.
“Untuk itu, saya sangat berharap delapan orang yang ditahan dapat segera dibebaskan dan nama baik mereka dipulihkan di tengah masyarakat,” katanya.
Dilain pihak, Oon Darmawan Imam perwakilan dari keluarga tersangka lainnya juga menyatakan keyakinannya bahwa hakim akan memutus perkara secara adil dan independen, tanpa tekanan atau intimidasi dari pihak mana pun.
“Kami berharap permohonan praperadilan yang diajukan melalui kuasa hukum dapat diterima oleh PN Kotabumi,” ujar dia.
Ia menegaskan, keluarga berharap proses hukum berjalan secara objektif dan seluruh permohonan pemohon dipertimbangkan berdasarkan fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami menuntut keadilan dan sangat berharap proses ini dapat berjalan tanpa paksaan ataupun intimidasi dari pihak mana pun,” tuturnya.
Sementara itu, pihak penyidik belum memberikan keterangan kepada awak media saat dikonfirmasi usai persidangan. Penyidik memilih bungkam dan meninggalkan lokasi tanpa menyampaikan tanggapan apapun. (ril/red)



Komentar