Mesuji,ForRakyat.co.id– Kabupaten Mesuji tahun ini memasuki usia ke-17 sejak resmi berdiri pada 26 November 2008 sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang. Selama 17 tahun, Pemkab Mesuji terus berupaya memajukan daerah di berbagai sektor, mulai pendidikan, kesehatan, pertanian, infrastruktur hingga peningkatan SDM.
Sejak resmi berdiri sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang pada 26 November 2008 melalui Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2008, Pemerintah Kabupaten Mesuji konsisten membangun demi masa depan daerah yang lebih baik.
Dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat turut menguatkan langkah pembangunan tersebut. Menjelang peringatan HUT ke-17, Pemkab Mesuji meluncurkan logo resmi yang sarat makna dan harapan bagi masyarakat Bumi Ragab Begawe Caram.
Bupati Mesuji, Elfianah, menegaskan bahwa logo HUT bukan sekadar hiasan, melainkan sebuah filosofi perjuangan dan cita-cita bersama. Setiap elemen di dalamnya memiliki arti yang mendalam.
Dimana unsur Jalan Aspal ‘Melambangkan kokohnya pembangunan Infrastruktur untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka jalur bagi pertumbuhan ekonomi’.
Gambar Perahu, ‘Menjadi simbol kehidupan masyarakat Mesuji yang dekat dengan sungai, kearifan lokal dan mata pencaharian yang berpadu dengan alam’.
Dan untuk Excavator, ‘Melambangkan pembangunan yang terus berjalan, usaha tanpa henti membangun infrastruktur mantap demi kemajuan Mesuji’.
Sementara angka ’17’ menjadi penanda perjalanan Kabupaten Mesuji memasuki usia yang semakin matang untuk melangkah lebih mantap menuju cita-cita bersama’.
“Logo ini tercipta bukan sekadar ornamen, tapi sebuah simbol perjuangan dan harapan masyarakat Mesuji. Inilah gambaran tanah yang subur, masyarakat yang tangguh, dan pembangunan yang terus bergerak maju. Pangan melimpah, infrastruktur mantap, Mesuji maju,” jelas Bupati Elfianah.(@denHasan)








Comment