Last updated on Agustus 13th, 2026 at 08:59 pm
Tubaba, ForRakyat.co.id — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Pemkab Tubaba) memperkuat komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah strategis tersebut ditandai dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemkab Tubaba dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk Area Bandar Lampung, sekaligus peluncuran Program Tubaba-Q Berdaya KUR Super Mikro dan KUR Mikro di Ruang Rapat Bupati, Kamis (13/8/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novriwan Jaya, S.P., jajaran manajemen BSI Area Bandar Lampung, para Asisten, Kepala OPD, serta para Camat se-Kabupaten Tubaba.
Dalam arahannya, Bupati Novriwan Jaya menegaskan bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan tidak dapat dicapai semata-mata melalui pembagian bantuan secara langsung, melainkan dengan memperbesar stimulus modal usaha yang beredar di tengah masyarakat.
“Satu-satunya cara membangun sektor perekonomian masyarakat adalah dengan menambah uang yang beredar. Melalui fasilitasi KUR Super Mikro dan KUR Mikro ini, kita ingin melahirkan pengusaha dan wirausahawan baru di Tubaba,” ujar Bupati Novriwan.
Pemkab Tubaba menargetkan penyaluran permodalan hingga Rp500 juta per desa. Dengan total 103 desa, potensi perputaran uang baru diperkirakan mencapai lebih dari Rp50 miliar, yang nantinya ditargetkan meningkat hingga Rp1 miliar per desa untuk mengakselerasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Area Manager BSI Bandar Lampung, Lutvy Indaka, menyampaikan apresiasi atas visi pembangunan Tubaba. BSI berkomitmen mengawal program KUR dan target literasi keuangan syariah di kawasan pasar serta masyarakat sekitar dalam kurun waktu dua bulan.
Selain penguatan permodalan UMKM, BSI juga siap menyinergikan layanan investasi syariah seperti Bullion Bank (tabungan dan perbankan emas) serta program perencanaan ibadah haji bagi masyarakat Tubaba.
Selain pergerakan ekonomi, Pemkab Tubaba terus memacu dua pilar utama pembangunan sumber daya manusia bergaya Singapura, yakni pendidikan dan kesehatan:
• Sektor Kesehatan: Program Tubaba Q Sehat terbukti menaikkan Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat dari 70 tahun menjadi 75 tahun hanya dalam kurun waktu satu tahun, dengan target mencapai 80 tahun di akhir masa jabatan.
• Sektor Pendidikan: Pemkab Tubaba telah menjalin kerja sama (MoU) dan beasiswa dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka, seperti Politeknik Keuangan Negara STAN, D3 Statistik, Telkom University, dan Universitas Brawijaya.
• Pengembangan Olahraga: Pemkab Tubaba menginisiasi pembentukan Kelas Khusus Olahraga di tingkat SMP serta menyelenggarakan Liga U-17 (sepak bola dan bola voli) dan cabang olahraga tinju guna melahirkan atlet-atlet profesional berprestasi nasional maupun internasional.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Tubaba optimistis mampu membuktikan bahwa keterbatasan anggaran daerah bukan halangan untuk menghadirkan program-program berdampak luas yang diakui di tingkat nasional. (jau)



Komentar