TULANGBAWANG – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulang Bawang terus menunjukkan komitmennya dalam menegakkan supremasi hukum dan anggota melakukan praktik korupsi di daerah.
Tim dari Korps Adhyaksa itu melakukan penggeledahan di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang. Pada hari Selasa (11/11/2025), sekitar pukul 09.50 WIB
Langkah hukum ini dilakukan setelah penyidik mengendus dugaan kuat adanya tindak pidana korupsi terkait pengelolaan anggaran Bawaslu tahun 2023/2024.
Penggeledahan berlangsung hampir dua jam dan dilakukan secara menyeluruh di enam ruangan penting di lingkungan Bawaslu Tulang Bawang.
Enam ruangan tersebut meliputi ruang Ketua Bawaslu, Inda Fiska Mahendro, ruang dua komisioner, Desi Triyana dan A. Rahmat Lihusnu, ruang Koordinator Sekretariat Sofyan, serta dua ruang staf administrasi.
Dari hasil penggeledahan tersebut, satu koper berkas dan dua unit komputer berhasil diamankan sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tulang Bawang, Habib, didampingi Kasi Intelijen Rachmat Djati Waluya, menegaskan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari proses penyelidikan resmi yang tengah ditangani penyelesaiannya.
“Upaya penggeledahan ini kami laksanakan dalam rangka proses penyelidikan. Sejumlah dokumen dan barang elektronik yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dana pengelolaan anggaran Bawaslu tahun 2023/2024 telah kami amankan,” ujar Habib usai penggeledahan di depan Kantor Bawaslu
Habib menambahkan, kejaksaan berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan. Ia memastikan, proses selanjutnya akan dilakukan dengan melibatkan ahli serta auditor negara untuk menghitung potensi kerugian negara.
“Insya Allah kasus ini akan kami selesaikan. Kami akan berkoordinasi dengan para ahli dan auditor, untuk kemudian menetapkan siapa saja yang bertanggung jawab secara hukum,” tegasnya.
Sementara itu, suasana di lingkungan Kantor Bawaslu tampak tegang namun kondusif selama proses penggeledahan berlangsung. Beberapa pegawai terlihat mendampingi petugas tanpa ada perlawanan.
Penggeledahan ini menjadi sinyal tegas bahwa penegakan hukum di Kabupaten Tulang Bawang tidak memandang bulu, sekaligus mengingatkan seluruh lembaga publik untuk mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel.
“Kami mendukung penuh langkah Kejari. Ini menunjukkan hukum masih berjalan di negeri ini. Siapa pun yang bermain-main dengan uang rakyat, harus siap bertanggung jawab,” ujarnya.
Langkah penyidik Kejari Tulang Bawang ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, sekaligus menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang menyalahgunakan.(*)








Comment