oleh

Bupati Tulang Bawang Resmikan Pabrik Tempe, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

-EKONOMI-39 views

Last updated on Agustus 19th, 2026 at 08:57 pm

Tulang Bawang,ForRakyat.co.id – Dari lingkungan pondok pesantren, lahir sebuah langkah nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulang Bawang meresmikan operasional Pabrik Tempe di Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Selasa (19/8/2026).

Bupati Tulang Bawang, Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., meresmikan pabrik tempe yang selanjutnya mulai beroperasional sebagai salah satu fasilitas pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat dan pondok pesantren.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang atas hadirnya fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan pabrik tempe merupakan langkah positif dan strategis dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi produktif di daerah.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyambut baik sekaligus mendukung hadirnya pabrik tempe yang diinisiasi dan diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang. Kehadiran fasilitas ini merupakan langkah yang sangat positif dan strategis, khususnya dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat serta mengembangkan potensi ekonomi produktif di daerah,” ujar Bupati.

Bupati menilai keberadaan pabrik tempe dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari meningkatkan pengembangan usaha, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan nilai tambah komoditas, hingga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang yang telah mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjadi program produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Hal tersebut tentu sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah yang membutuhkan kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai pihak.

Dalam konteks tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang dinilai sebagai mitra yang kuat dan strategis dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Bupati pun mengajak BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta melakukan inovasi dan kreativitas dalam penghimpunan dan pengelolaan ZIS.

“Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar program yang dihasilkan semakin banyak, sehingga semakin luas pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Kepada para pengelola pabrik tempe, Bupati berpesan agar fasilitas tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesional, transparan, serta berorientasi pada kemanfaatan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari amanah yang telah dititipkan masyarakat melalui BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang. Karena itu, aset dan program yang ada harus dijaga, dikembangkan, dan dikelola secara optimal agar manfaatnya semakin besar.

Bupati berharap program tersebut dapat menjadi contoh bahwa dana ZIS, apabila dikelola secara profesional dan tepat sasaran, mampu menjadi kekuatan dalam mengurangi kesenjangan, meningkatkan kesejahteraan, membuka kesempatan usaha, serta membangun kemandirian masyarakat.

Launching dan operasional Pabrik Tempe ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan berbagai program ekonomi produktif lainnya, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, pondok pesantren, dan masyarakat dalam membangun ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Tulang Bawang. (Red)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.